Buku teks merupakan buku pegangan pembelajaran yang digunakan di sekolah, yang menyajikan pengalaman tak langsung dalam jumlah yang banyak dan untuk menunjang program pengajaran (Rusyana, 1984:24).
Dengan demikian buku teks yang digunakan di
sekolah-sekolah sebaiknya telah diuji kelayakannya. Buku teks yang layak akan
menunjang keberhasilan pembelajaran. Buku teks juga mempunyai peran penting
dalam kehidupan manusia. Buku teks merupakan sumber belajar yang sangat penting
untuk mendukung tercapainya kompetisi yang menjadi tujuan pembelajaran. Melalui
buku setiap orang dapat mengikuti perkembangan baru yang terjadi. Sebuah bacaan
terkadang mampu menggerakkan pikiran pembacanya.
Menurut Geene dan Pety (dalam Tarigan, 1986: 21) ada sepuluh kategori
yang harus dipenuhi buku teks yang berkualitas. Sepuluh kategori tersebut
sebagai berikut :
1. Buku teks haruslah menarik minat siswa yang mempergunakannya.
2. Buku teks haruslah mampu memberikan motivasi kepada para siswa yang
memakainya.
3. Buku teks haruslah memuat ilustrasi yang menarik siswa yang
memanfaatkannya.
4. Buku teks seyogyanya mempertimbangkan aspek-aspek linguistik sehingga
sesuai dengan kemampuan para siswa yang memakainya.
5. Isi buku teks haruslah berhubungan erat dengan pelajaran-pelajaran
lainnya, lebih baik lagi kalau dapat menunjangnya dengan terencana sehingga
semuanya merupakan suatu kebulatan yang utuh dan terpadu.
6. Buku teks haruslah dapat menstimuli, merangsang aktivitas-aktivitas
pribadi para siswa yang mempergunaknnya.
7. Buku teks haruslah dengan sadar dan tegas menghindar dari konsep-konsep
yang samar-samar dan tidak biasa, agar tidak embuat bingung siswa yang
memakainya.
8. Buku teks haruslah mempunyai sudut pandang atau ”point of view” yang
jelas dan tegas sehingga ada akhirnya juga menjadi sudut pandang para
pemakainya yang setia.
9. Buku teks haruslah mamu memberi pemantapan, penekanan pada nilai-nilai
anak dan orang dewasa.
10. Buku teks haruslah dapat menghargai perbedaan-perbedaan pribadi para
pemakainya.
Untuk menulis sebuah buku teks pelajaran memerlukan
kemampuan yang cukup, setidaknya penulis harus bisa menguasai materi yang akan
ditulis dan penulis juga harus memerhatikan 4 hal yaitu kelayakan isi,
bahasa, penyajian, dan kegrafikaan supaya mudah di pahami oleh siswa. Karena dalam
penulisan buku teks pelajaran tidak boleh sembarangan.
Dari lima artikel yang saya temui dan saya baca,
dapat disimpulkan sebgai berikut :
1.
Prinsip
relevansi artinya keterkaitan, materi harus relevan dengan pencapaian SK.
2.
Prinsip
konsistensi artinya keajegan, jika KD yang harus dikuasai empat macam maka
bahasan yang ada pada buku juga harus meliputi empat macam.
3.
Prinsip
kecukupan artinya materi yang diajarkan hendaknya mencukupi dalam membantu
peserta diklat mengusai kompetensi yang akan diajarkan, materi tidak boleh
terlalu sedikit dan tidak boleh terlalu banyak, jika terlalu sedikit akan
kurang membantu mencapai kompetensi standar sebaliknya jika terlalu banyak akan
membuang buang waktu dan tenaga yang tidak perlu untuk mempelajarinya.
1.
Tujuan
pembelajaran,
2.
Penahapan
3.
Pembelajaran,
4.
Menarik
minat dan perhatian mahasiswa,
5.
Kemudahan
untuk dipahami,
6.
Keaktifan
siswa,
7.
Hubungan
bahan,
8.
Norma,
9.
Ilustrasi,
10. Soal dan latihan.
v
Bagian Awal
§
Halaman cover, bersisi tentang judul, pengarang,
gambar sampul , nama departemen, tahun terbit.
§
Halaman judul , berisi judul, pengarang/penulis,
gambar sampul, tahun terbit, nama depertemen
§
Daftar isi, yang membuat, judul bab, sub bab, dan
nomor halaman
§ Daftar lain seperti :
daftar gambar, daftar table, daftar lampiran.
v
Bagian Isi buku teks.
§
Bagian ini berisi bab-bab, setiap bab terdiri sub
bab-sub bab
§
Pokok pokok bahasan
§
Memuat uraian penjelasan, proses operasional atau
langkah kerja dari setiap bab maupun sub bab.
§
Berisi informasi umumnya diakhiri dengan rangkuman
dan latihan soal.
v
Bagian Akhir buku teks.
§ Lampiran, bila lampiran lebih dari satu lembar harus diberi nomor
§ Glosarium (jika ada), kata/istilah yang berhubungan dengan uraian
diktat sehingga memudahkan pemahaman pembanca
§ Kepustakaan
§ Indeks yaitu pencantuman indeks dimaksudkan sebagai petunjuk untuk
mengetahui dengan mudah uraian suatu teori, atau fakta yang terdapat pada
halaman tertentu
v Materi
·
Memuat sekurang kurangya materi minimal yang harus dikuasai peserta
didik/diklat
·
Relevan dengan tujuan dan sesuai dengan kemampuan yang akan dicapai
·
Sesuai dengan ilmu pengetahuan yang bersangkutan
·
Sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
·
Sesuai dengan jenjang dan sasararan
·
Isi dan bahan mengacu pengembangan konsep, prinsip, teori
·
Tidak mengandung muatan politis maupun hal yang berbau sara
v Penyajian
·
Uraian teratur sesuai dengan urutan setiap bab
·
Saling memperkuat dengan bahan lain dan kontekstual
·
Menarik minat dan perhatian sasaran pembaca
v Bahasa
·
Menggunakan bahasa Indonesia yang benar dan mudah di pahami pembaca.
·
Menggunakan kalimat yang sesuai dengan kematangan dan
perkembangan sasaran pembaca
·
Menggunakan istilah, kosakata, indeks, symbol yang mempermudah
pemahaman
·
Menggunakan kata kata terjemahan yang dibakukan
v Ilustrasi
· Format buku teks pelajaran agar enak dibaca
· Tata letak untuk mempermudah pemahaman isi buku dan
mendapatkan kenyamanan membaca.
· Tipografi yang menyangkut nama dan jenis huruf,
panjang baris, ukuran huruf
· Ilustrasi yang tidak mungkin disampaikan dengan
kata dapat disajikan dengan gambar, ilustrasi sangat menarik jika berupa foto
foto yang berwarna.
v
Pendekatan
· Mengamati
· Menginterpretasikan
· Mengaplikasi
konsep
· Meramalkan
· Merencanakan
dan melaksanakan penelitian
· Mengkomunikasikan
hasil penelitian
v Tujuan
· Kognitif
· Afektif
· Psikomotorik
v Bahan Pengajaran
v Program
v Metode
v Saran dan Sumber
v Penilaian
v Bahasa
v Mengamati
v Menggolongkan
v Menafsirkan
v Menerapkan
v Mengkomunikasikan
v Yang perlu di perhatikan dalam membuat buku teks.
1.
Pahami dan
kuasai terlebih dahulu kurikulum. Meskipun kurikulum hampir setiap tahun
berubah. Namun, itu menjadi acuan utama, agar isi buku nantinya tidak melenceng
jauh dari kurikulum.
2.
Menulislah
buku teks berdasarkan latarbelakang pendidikan kita. Bila Anda lulusan
Pendidikan Biologi menulislah buku teks pelajaran Biologi. Demikian pula bila
Anda lulusan pendidikan agama Islam, menulislah buku PAI. Secara tidak langsung
itu akan memudahkan Anda dalam menulis.
3.
Bila Anda
kesulitan menulis sendiri, mintalah kolega guru yang mengajar pelajaran yang
sama untuk menulis bersama. Ini dimungkinkan, karena buku pelajaran membenarkan
hasil karya beberapa orang.
4.
Kirimkanlah
ke pusat perbukuan bila memang ingin mendapatkan penilaian dan dibeli hak
ciptanya oleh pemerintah. Atau bila dikirimkan ke penerbit, kirimkanlah ke
penerbit yang memang menerbitkan buku pelajaran.
5.
Bila telah
diterima oleh penerbit. Pantau dan senantiasa berkomunikasi dengan penerbit
sejauh mana perkembangannya. Agar bila nantinya tidak diterbitkan maka dapat
dipindahkan ke penerbit lainnya.
6.
Selain
naskah, hendaknya disertai dengan foto-foto yang mendukung. Buku teks pelajaran
sekarang ini tidak diperbolehkan untuk menggunakan ilustrasi berupa gambar
(lukisan). Tetapi menggunakan foto. Dalam buku pelajaran olahraga, gerak dan
contoh harus menggunakan foto. Demikian juga untuk menjelaskan mengenai
tumbuhan.
7.
Turutlah
mengedit tulisan dengan editor penerbit. Karena ada juga penerbit yang tidak
memiliki editor khusus buku pelajaran. Misalnya, nama-nama latin dalam
pelajaran biologi misalnya, oriza sativa atau oriza satifa? Atau penulisan nama
orang, apakah Archimides atau Archimedes?
8.
Selain
tulisan ada juga penanda atau lambang tertentu pada pelajaran tertentu.
Misalnya tanda sigma, sinus, kubik, dll.
9.
Apabila
diperlukan, mintalah editor ahli dari pihak luar. Misalnya dari ahli bahasa
untuk pelajaran bahasa, atau guru besar biologi, fisika, matematika, dll.
v Teknis yang perlu di perhatikan dalam membuat buku teks.
1.
Berilah jarak 3 spasi antara table atau gambar dengan teks sebelum
dan sesudahnya
2.
Judul table atau gambar diketik pada halaman yang sama dengan table atau
gambarnya, penyebutan menggunakan table atau gambar
3.
Tepi kanan teks tidak harus rata , oleh karena itu kata pada akhir baris
tidak harus dipotong. Jika terpaksa dipotong tanda hubungnya ditulis setelah
huruf akhir, tanpa disisipi spasi, bukan diletakkan dibawahnya
4.
Tempatkan nomor halaman di pojok kanan atas pada setiap halaman , kecuali
pada halaman pertama setiap bab dan halaman bagian awal.
5.
Semua nama pengarang dalam daftar rujukan harus ditulis.
6.
Nama awal atau nama tengah dapat disingkat asalkan dilakuan secara
konsisten
v Yang tidak boleh di lakukan dalam membuat buku teks.
1.
Tidak boleh ada bagian yang kosong pada akhir halaman kecuali jika halaman
tersebut merupakan akhir bab
2.
Tidak boleh memotong table atau gambar
3.
Tidak boleh memberi garis vertikal antara kolom pada table kecuali terpaksa
4.
Tidak boleh memberi tanda apapun sebagai tanda berakhirnya suatu bab
5.
Tidak boleh menempatkan sub judul dan identitas table pada akhir halaman
6.
Rincian tidak boleh menggunakan tanda hubung (-) tetapi menggunakan bullet
(*) untuk penulisan yang dilakukan dengan menggunakan komputer.
7.
Tidak boleh menambah spasi antarkata dalam suatu baris yang bertujuan
meratakan tepi kanan
8.
Daftar rujukan tidak boleh diletakkan di kaki halaman atau akhir setiap
bab, daftar rujukan hanya dapat ditempatkan setelah bab akhir.


0 komentar:
Posting Komentar